Headlines News :
Home » » RESUME KALIMAT EFEKTIF, ALINEA DAN BIBLIOGRAFI

RESUME KALIMAT EFEKTIF, ALINEA DAN BIBLIOGRAFI

Written By Arwani Muhammad on Thursday, April 12, 2012 | Thursday, April 12, 2012


BAB I
PENDAHULUAN

Menulis sebuah karya ilmiah, memerlukan kemampuan menyampaikan gagasan secara baik agar dapat dipahami oleh pembaca. Kemampuan dalam menyampaikan gagasan tersebut membutuhkan pengetahuan dan latihan. Pengetahuan keterampilan penulisan sebuah karya ilmiah dapat diperoleh dari beberapa buku yang ditulis oleh pakar bahasa.
Salah satu buku yang dapat dijadikan acuan adalah buku Komposisi yang ditulis oleh Prof. DR. Gorys Keraf. Buku ini memuat banyak pengetahuan tentang cara penulisan sebuah karya ilmiah. Di antaranya yang sangat penting adalah yang membahas tentang :
-          Kalimat Efektif ( Bab II )
-          Alinea ( Bab III dan Bab IV ) dan
-          Catatan Kaki dan Bibliografi ( Bab VIII )
Untuk keperluan memahami keterampilan penulisan karya ilmiah, serta sebagai tugas tengah semester mata kuliah Bahasa Indonesia, penulis akan mencoba membuat resume dari bab – bab tersebut.


BAB II
RESUME KALIMAT EFEKTIF, ALINEA
DAN BIBLIOGRAFI

A.      KALIMAT EFEKTIF
Kalimat yang efektif adalah kalimat yang secara tepat dpat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis, serta sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembacanya.
Kalimat yang efektif harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
  1. Kesatuan Gagasan
Kesatuan gagasan berarti kalimat yang mengandung satu ide pokok. Secara praktis sebuah kesatuan gagasan diwakili oleh subyek, predikat + obyek. Kesatuan tersebut dapat berbentuk kesatuan tunggal, kesatuan gabungan, kesatuan pilihan, dan kesatuan yang mengandung pertentangan.
  1. Koherensi yang baik dan kompak
Yang dimaksud dengan keherensi atau kepaduan yang baik dan kompak adalah hubungan timbal balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur ( kata atau kelompok kata ) yang membentuk kalimat itu. Bila gagasan yang tidak berhubungan satu sama lain disatukan, maka selain merusak kesatuan pikiran, juga akan merusak koherensi kalimat yang bersangkutan.
Koherensi kalimat menjadi rusak karena :
a.       Tempat kata dalam kalimat tidak sesuai dengan pola kalimat.
b.      Salah mempergunakan kata-kata depan, kata penghubung dan sebagainya.
c.       Salah dalam pemakaian kata, baik karena merangkai dua kata yang maknanya tidak tumpang tindih, atau hakekatnya mengandung kontradiksi.
d.      Salah menempatkan keterangan aspek ( sudah, telah, akan, belum, dan sebagainya ) pada kata kerja tanggap.
  1. Penekanan
Kata yang dipentingkan harus mendapat tekanan atau harus lebih ditonjolkan dari unsur-unsur yang lain. Cara yang dapat dipergunakan untuk memberi penekanan, antara lain sebagai berikut :
a.       Merubah-rubah posisi dalam kalimat.
b.      Mempergunakan repetisi, atau pengulangan kata yang dianggap penting dalam sebuah kalimat.
c.       Menggunakan pertentangan, yaitu dengan menggunakan kalimat yang mengandung pertentangan dengan kalimat yang ingin ditonjolkan.
d.      Dengan menggunakan partikel penekan ( imbuhan lah, pun dan kah ).
  1. Variasi
Variasi adalah penganeka-ragaman bentuk-bentuk bahasa agar tetap terpelihara minat dan perhatian orang. Variasi dalam kalimat dapat diperoleh dengan beberapa macam cara, yaitu :
a.       Variasi sinonim kata
b.      Variasi panjang pendeknya kalimat
c.       Variasi penggunaan bentuk me- dan di-.
d.      Variasi dengan merubah posisi dalam kalimat.
  1. Pararelisme
Pararelisme atau kesejajaran bentuk adalah menempatkan gagasan-gagasan yang penting dan sama fungsinya ke dalam suatu struktur atau gramatikal yang sama. Bila salah satu dari gagasan itu ditempatkan dalam struktur kata benda, maka kata-kata atau kelompok-kelompok kata yang lain yang menduduki fungsi yang sama harus ditempatkan dalam struktur kata benda pula.
  1. Penalaran atau Logika
Tulisan-tulisan yang jelas dan terarah merupakan perwujudan dari berpikir logis. Kalimat yang baik harus bisa dipertanggung-jawabkan dari segi akal sehat atau harus sesuai dengan penalaran.
Hal dasar tentang proses berpikir logis itu antara lain, adalah :
a.       Definisi ( batasan )
Setiap istilah atau kata harus mengandung pengertian yang sama bagi siapapun. Macam definisi yang dikenal antara lain :
(1)   Definisi yang berupa sinonim kata
(2)   Definisi berdasarkan etimologi atau asal usul kata.
(3)   Definisi formal atau riil ( logis )
Yaitu dengan mengklasifikasi suatu kata. Agar definisi formal itu baik, harus diperhatikan syarat-syarat sebagai berikut :
-          Kata yang didefinisikan dan yang mendefinisikan bersifat pararel.
-          Kata yang didefinisikan tidak menjadi menjadi bagian yang mendefinisikan.
-          Kaya yang didefinisikan sama nilai ( ekuivalen ) dengan yang mendefinisikan
-          Kata yang mendefinisikan tidak bersifat negatif
(4)   Definisi luas, yaitu perluasan definisi dari definisi formal sebagai dasar.
b.      Generalisasi
Generalisasi adalah suatu pernyataan yang mengatakan bahwa apa yang benar mengenai beberapa hal yang semacam, adalah benar atau berlaku pula untuk kebanyakan dari peristiwa atau hal yang sama.

B.       ALINEA
1.      Pengertian Alinea
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi ke-3, dari terbitan Departemn Pendidikan Nasional tertera penjelasan bahwa alinea adalah bagian wacana yang mengungkapkan suatu pikiran yang lengkap atau satu tema yang dalam ragam tulis ditandai oleh baris pertama yang menjorok kedalam atau jarak spasi yang lebih.Dalam kamus tersebut alinea diartikan pula sebagai paragraf.
Alinea adalah himpunan dari kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk suatu gagasan. Untuk menampilkan pokok pikiran secara lebih jelas, digunakan uraian-uraian tambahan dalam alinea tersebut. Melalui alinea-alinea kita bisa membedakan di mana tema mulai dan berakhir.
Pembentukan alinea sekurang-kurangnya bertujuan untuk :
a.       Memudahkan pemahaman dengan memisahkan suatu tema dari tema yang lain. Oleh karena itu tiap alinea hanya boleh mengandung satu tema.
b.      Memisahkan dan menegaskan perhentian secara wajar dan formal agar konsentrasi terhadap tema alinea lebih terarah.
2.      Macam-macam Alinea
Berdasarkan sifat dan tujuannya, alinea-alinea dapat dibedakan atas :
a.       Alinea Pembuka
Yaitu alinea yang membuka atau menghantar pokok pikiran dalam bagian karangan itu. Alinea pembuka harus menarik minat dan perhatian pembaca, serta sanggup menyiapkan pikiran pembaca kepada apa yang segera diuraikan.
Alenia pembuka dapat dimulai dari :
-          Sebuah kutipan, peribahasa atau anekdot
-          Membatasi arti dari pokok atau subyek tersebut
-          Menunjukkan mengapa subyek itu sangat penting
-          Membuat tantangan atas suatu pernyataan atau pendapat
-          Menciptakan suatu kontras yang menarik
-          Mengungkapkan pengalaman pribadi
-          Menyatakan maksud dan tujuan dari karangan
-          Mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
b.      Alinea Penghubung
Alenia penghubung adalah semua alinea yang terdapat antara alinea pembuka  dan alinea penutup. Alinea penghubung berisi inti persoalan yang akan dikemukakan oleh penulis. Dalam membentuk alinea ini harus diperhatikan hubungan antar alinea harus teratur dan logis.
c.       Alinea Penutup
Alinea penutup adalah alinea untuk mengakhiri karangan yang mengandung kesimpulan dari apa yang telah diuraikan dalam alinea penghubung.
3.      Kesatuan Alinea
Kesatuan alinea maksudnya adalah semua kalimat yang membina alinea secara bersama-sama menyatakan suatu tema tertentu. Tidak boleh terdapat unsur yang sama sekali tidak mempunyai pertalian dengan tema dalam satu alinea.
Gagasan utama dalam suatu alinea biasanya ditempatkan dalam sebuah kalimat topik atau kalimat pokok. Kalimat topik dapat diletakkan pada :
a.       Pada awal alinea (Pembuka)
 Alinea pembuka merupakan bagian dari sebuah wacana atau karangan yang paling pertama kita temui. oleh karena situ, sebaiknya alinea pembuka itu disusun secara menarik agar memunculkan rasa ingin tahu kepada para pembaca. Dalam alinea pembuka sangat diharapkan dapat membimbing para pembaca untuk memasuki suatu jalan cerita atau isi dari wacana atau dengan kata lain alinea pembuka ini menyiapkan para pembaca untuk memasuki alinea isi. Rumusan alinea pembuka yang baik akan menjadi pedoman untuk pengembangan karangan menuju tingkat selanjutnya. Dengan pedoman itu maka akan tercapainya suatu kepaduan pada dalam sebuah wacana atau karangan
b.      Pada akhir alinea
Kalimat topik ditempatkan pada akhir alinea. Alinea seperti ini bersifat induktif. Cara seperti ini lebih efektif, terutama untuk mengemukakan argumentasi
c.       Pada awal dan akhir alinea
Kalimat topik ditempatkan di awal dan akhir alinea, di mana kalimat akhir merupakan pengulangan kalimat pertama  dengan sedikit tekanan atau variasi.
d.      Pada seluruh alinea
Kalimat topik dapat termuat dalam seluruh alinea, karena tidak ada kalimat khusus sebagai kalimat topiknya. Alinea semacam ini biasanya terdapat dalam uraian yang bersifat deskriptif atau naratif.
4.      Koherensi
Suatu alinea harus mengandung koherensi atau kepaduan yang baik. Kepaduan itu terjadi apabila hubungan timbal balik antara kalimat-kalimat yang membina alinea itu baik.
Untuk memperoleh kepaduan yang baik, maka harus diperhatikan persyaratan :
a.       Masalah Kebahasaan
Masalah kebahasaan meliputi :
-     Repetisi, yaitu dengan mengulang kata-kata kunci atau kata yang dianggap penting dalam sebuah alinea
-     Kata ganti, digunakan untuk menghilangkan pengulangan terhadap kata yang mengacu kepada individu.
-     Kata Transisi, fungsinya terletak antara kata ganti dan repetisi.
b.      Perincian dan Urutan Pikiran
Adalah bagaimana pengembangan sebuah gagasan utama dan bagaimana hubungan antara gagasan-gagasan bawahan yang menunjang gagasan utama tadi.
5.      Perkembangan Alinea
Pengembangan alinea mencakup persoalan utama :
-          Kemampuan memperinci secara maksimal gagasan utama alinea ke dalam gagasan-gagasan bawahan, dan
-          Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan bawahan ke dalam urutan yang teratur.
Beberapa metode pengembangan yang sesuai dengan dasar pembentukan alinea antara lain :
a.       Klimaks dan Anti Klimaks
Perkembangan gagasan klimaks, yaitu gagasan utama mula-mula diperinci dengan sebuah gagasan bawahan yang dianggap paling rendah kedudukannya, berangsur-angsur hingga ke gagasan yang paling tinggi kedudukannya. Sedangkan anti klimaks merupakan kebalikannya.
b.      Sudut Pandangan
Yang dimaksud dengan sudut pandangan adalah tempat dari mana pengarang melihat sesuatu, yaitu dengan mengambil suatu posisi tertentu dalam melihat barang itu.
Di samping itu sudut pandangan ini juga bisa diartikan sebagai :
-          Kedudukan penulis sebagai orang pertama, kedua atau ketiga
-          Pandangan atau anggapan penunis terhadap subyek yang tengah di garapnya.
c.       Perbandingan dan Pertentangan
Yaitu suatu cara di mana pengarang menunjukkan kesamaan atau perbedaan antara dua orang, obyek atau gagasan dengan bertolak dari segi-segi tertentu.
d.      Analogi
Yaitu perbandingan yang sistematis dari dua hal yang berbeda, tetapi dengan memperlihatkan kesamaan segi atau fungsi dari dua hal tadi.
e.       Contoh
Sebuah gagasan yang terlalu umum sifatnya memerlukan contoh kongrit untuk menjelaskan maksud penulis.
f.       Proses
Merupakan suatu urutan dari tindakan atau perbuatan untuk m enghasilkan sesuatu. Urutan proses itu yaitu ;
-          Penulis harus mengetahui perincian secara menyeluruh.
-          Membagi atas tahapan-tahapan kejadiannya.
-          Menjelaskan tiap tahap dalam detail yang cukup tegas.
g.      Sebab-akibat
Perkembangan alinea dapat dinyatakan dengan sebab-akibat. Sebab dapat bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya, atau sebaliknya.
h.      Umum-khusus
Gagasan utama dimulai dari sesuatu yang umum, pengkhususan atau perinciannya terdapat dalam kalimat berikutnya, atau sebaliknya dari yang khusus kemudian diuraikan ke hal yang umum.
i.        Klasifikasi
Klasifikasi adalah sebuah proses untuk mengelompokkan barang-barang yang dianggap mempunyai kesamaan tertentu. Sehingga klasifikasi digunakan untuk mempersatukan satuan-satuan ke dalam kelompok dan memisahkan kesatuan dari kelompok yang lain.
j.        Definisi Luas
Definisi dalam pembentukan alinea adalah usaha pengarang untuk memberikan keterangan atau arti terhadap sebuah istilah atau hal.
k.      Perkembangan dan Kepaduan antar alinea
Tiap tulisan yang baik selalu bertolak dari sebuah tesis. Tesis itulah yang dikembangkan dalam alinea-alinea yang mempunyai pertalian yang jelas, baik pertalian dalam perkembangan gagasannya, maupun perpaduan alinea-alineanya
C.   CATATAN DAN BIBLIOGRAFI
1.      Catatan Kaki
a.      Pengertian catatan kaki
Catatan kaki adalah keterangan-keterangan atas teks karangan yang bila ditempatkan pada kaki halaman karanga yang bersangkutan. Bila keterangan semacam itu ditempatkan pada akhir bab atau akhir karangan, maka catatan atau keterangan semacam itu disebut saja keterangan.
b.      Tujuan
Pada dasarnya sebuah catatan kaki dibuat dengan tujuan-tujuan tersebut :
-          Untuk menyusun pembuktian
-          Menyatakan utang budi
-          Menyampaikan keterangan tambahan
-          Merujuk bagian teks
c.       Prinsip Membuat Catatan Kaki
Untuk membuat catatan kaki, kita perlu memerhatikan beberapa prinsip-prinsip berikut:
-          Hubungan catatan kaki dan teks
-          Nomor urut penunjukan
-          Teknik pembuatan catatakan kaki
d.      Jenis Catatan Kaki
Sejalan dengan tujuan catatan kaki sebagai telah dikemukakan di atas, maka dapatlah dikemukakan sekali lagi bahwa jenis catatan kaki ada tiga macam yaitu :
-          Penunjukan sumber (referensi)
-          Catatan penjelasan
-          Gabungan sumber dan penjelasan
e.       Unsur-unsur Referensi
Sebelum mengikuti secara terperinci cara pembuatan catatan kaki bagi tiap jenis kepustakaan, hendaknya diketahui terlebih dahulu ikhtisar-ikhtisar referensi-referensi di bawah ini :
-          Pengarang
-          Judul
-          Data publikasi
-          Jilid dan nomor halaman
f.       Cara Membuat Catatan Kaki
Dengan memperhatikan prinsip-prinsip tentang catatan kaki serta unsur-unsur catatan kakisebagai telah diuraikan di atas, maka marilah kita memperhatikan caramembuet catatan kaki bagi tiap jenis referensi dan catatan-catatan lainnya, sebagai diuraikan di bawah ini :
-          Referensi kepada buku dengan seorang pengarang
-          Referensi kepada buku dengan dua atau tiga orang pengarang
-          Referensi kepada buku dengan banyak pengarang
-          Kalau edisi berikutnya mengalami perubahan
-          Buku yang terdiri dari dua jilid atau lebih
-          Sebuah terjemahan
-          Artikel dalam sebuah antologi
-          Artikel dalam sebuah ensiklopedi
-          Referensi pada artikel majalah
-          Referensi pada ertikel harian
-          Tesis dan disertasi yang belum ditebitkan
-          Referensi kepada dua sumber atau lebih
-          Referensi pada sumber kedua
-          Catatan penjelas
-          Referensi dan catatan penjelas
g.      Singkatan-singkatan
Dalam catatan kaki biasanya dipergunakan pula singkatan-singkatan yang oleh para sarjana sudah diketahui maksudnya. Oleh sebab itu hendaknya diperhatikan dengan benar-benar bagaimana mempergunakan singkatan-singkatan itu dalam setiap catatan kaki.
h.      Penerapan Catatan Kaki dan Singkatan
Bagaimana cara mempergunakan singkatan-singkatan di atas, terutama singkatan-singkatan Ibid., Op.cit. dan Loc.cit. dalam kenyataan ?
Karena referensi kedua dan ketiga menunjuk kembali kepada referensi pertama yang mempunyai nomor urut berurutan, maka cukup digunakan singkatan Ibid. Demikian pula referensi keenam dan ketujuh yang menujukkan kembali pada referensi kelima. Sebaliknya referensi kedelapan yang menujukkan kembali pada referensi pertama, maka mempergunakan singkatan Op.cit., referensi menujuk kembali kepada referensi keempat. Karena referensi keempat merupakan penunjukan kepada sebuah ertikel, maka referensi keempatbelas tersebut menggunakan singkatan Loc.cit.

2.      Bibliografi
a.       Pengertian Bibliorafi
Yang dimaksud dengan bibliografi atau daftar peustaka adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-ertikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebagian dari karangan yang tengah digarap. Bagi setiap awam, bibliogarafi mungkin tidak penting artinya, tetapi setiap sarjana, seorang calon sarjana, atau seorang cendikiawan, daftar pustaka itu merupakan sesuatu hal yang sangat penting.
b.      Fungsi Bibliografi
Fungsi bibliografi hendaknya secara tegas dibedakan dari sebuah fungsi catatan kaki. Referensi catatan kaki di tujukan kepada sumber dari pernyataan atau ucapanyang dipergunakan dalam teks.sebab itu referensi itu harus menunjuk dengan tepat tempat,dimana pembaca dapat menemukan pernyataan atau ucapan itu.
c.       Unsur-unsur Bibliografi
Tiap penulis harus tahu pokok-pokok mana yang harus dicatat. Pokok yang paling penting yang harus dimasukkan dalam sebuah bibliogrfi adalah:
o   Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap
o   Judul buku, termasuk judul tambahannya
o   Data publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan keberapa, nomor jilid dan tebal (jumlah halaman) buku tercebut.
o   Untuk sebuah artikel dibutuhkan pula judul artikelyang bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor dan tahun

d.      Bentuk Bibliografi
Cara penyusunan bibliografi tidak seragam bagi semua judul referensi, tergantung dari sifat bahan referensi itu. Cara penyusunan bibliografi dari buku agak berlainan dengan majalah, dan majalah agak berlainan dengan harian,serta semuanya berbeda dengan cara menyusun bibliografi yang terdiri dari manuskripsi-manuskripsi yang belum diterbitkan, seperti tesis dan disertasi. Walaupun walaupun terdapat jenis-jenis kepustakaan itu, namun ada tiga hal yang penting yaang harus dicantumkan yaitu : pengarang , judul, dan data-data publikasi. Karne cara-cara untuk setiap jenis kepustakaan agak berlainan, maka perhatikanlah ketentuan-ketentuan bagaimana menyusun urutan pengarang, judul dan data-data publikasi dari tiap jenis kepustakaan tersebut.
a.       Dengan seorang pengarang
Hockett. Charles F. A Course in Modern Linguistics. New York: The Mac Millan Company. 1963.
b.      Buku dengan dua atau tiga pengarang
Oliver. Robert T.. and Rupert L. Cortright. New Training for Effective Speech. New  York: Henry Holt and Company, Inc.,1958
c.       Buku dengan banyak pengarang
Morris, Alton C. et. al. College English, the First Year. New York : Harcourt, Brace & World. Inc., 1964
d.      Kalau edisi berikutnya mengalami perubahan
Gleason, H. A. An Introduction to Descriptive Linguistics. Rev. ed. New York: Holt. Rinehart and Winston. 1961.
e.       Buku yang terdiri dari dua jilid atau lebih
Intensive Course in English. 5 vols. Washington: English Language Service, inc., 1964.
f.       Sebuah edisi dan karya seorang pengarang atau lebih
Ali, Lukman, ed. Bahan dan Kesusastraan Indonesia sebagai Tjermin Manusia Indonesia Baru. Djakarta: Gunung Agung, 1967.
g.      Sebuah kumpula bunga rampai atau lebih
Jassin, H.B., ed. Gema Tanah Air. Prosa dan puisi. 2 Jld. Jakarta: Balai Pustaka,1969
h.      Sebuah buku terjemahan
Multatuli, Max Havelaar, atau Lelang Kopi Persekutuan Dagang Belanda, terj. H.B.Jassin. Jakarta: Djambatan,1972
i.        Artikel dalam sebuah himpunan
RiesmanDavid. “Character and Society,” Toward Liberal Education, eds. Louis G. Locke, William M. Gibson, and George Arms. New York: Holt, Rinerhart and Wineton, 1962
j.        Artikel dalam ensiklopedi
Wrigtht, J.T. “Language Varieties: language and dialect,” Encyclopaedia of Linguistics, Information and Control, hal. 243 – 251.
k.      Artikel majalah
l.        Artikel atau bahan dari harian
e.       Macam-macam Bibliografi
Semua telah diuraikan baru mrupakan prinsip-prinsip untuk menyusun urutan-urutan bagi berbagai macam jenis referensi. Sebab itu bahan-bahan referensi dapat dibedakan dengan membuat daftar yang khusus, kalau memang cukup panjang daftarnya, misalnya :
1.      Buku-buku dasar : buku yang dipergunakan sebagai bahan perientasi umum menganai pokok-pokok yang digarap itu.
2.      Buku-buku khusus : buku yang dipakai oleh penulis untuk mencari bahan-bahan yang langsung berkaitan dengan pokok persoalan yang digarap.
3.      Buku-buku pelengkap: buku-buku yang topiknya lain dari topik yang digarap sang penulis.
f.       Penyusunan Bibliografi
Akhirnya perlu diadakan penerapan bagaimana menyusun sebuah bibliografi. Untuk menyusun sebuah daftar yang final perlu diperhatikan terlebih dahulu hal-hal berikut :
1.      Nama pengarang diurutkan menurut urutan alphabet.
2.      Bila tidak ada pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan kedalam urutan alphabet
3.      Jika seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan referensi, maka untuk referensi yang kedua atau seterusnya, nama pengarang tidak perlu diikut sertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang lima atau tujuh ketikan.
4.      Jarak antara baris dan baris untuk satu referensi adalah satu spasi. Tetapi jarak antara pokok dengan pokok yang lain adalah dua spasi.
5.      Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan sterusnya dari tiap pokok yang harus dimasukkan ke dalam sebanyak 3 atau 4 ketikan.



BAB III
PENUTUP

 Demikianlah resume yang dapat penulis susun. Seberapa keras usaha penulis dalam menyelesaikan resume ini, pasti masih ada kekurangan, maka kami senantiasa mengharapkan masukan dan kritikan rekan-rekan pembaca, dan mudah-mudahan rekan-rekan semua dapat menggali terus konsep mengenai Bahasa Indonesia.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada :
-          Allah SWT. yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua
-          Bimbingan dosen yang selalu memberi pencerahan kepada penulis
-          Dukungan teman-teman mahasiswa
-          Semua pihak yang telah membantu atas terselesaikannya tugas penulisan resume ini.
Sekecil apapun, penulis tetap berharap, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membaca, khususnya bagi penulis.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Situs-situs Terkait

Music

 
Support : Muhammad Arwani Proudly powered by Blogger
Copyright ; 2012. Agama tanpa ilmu pengetahuan akan buta - All Rights Reserved
Copright SMK Manba'ul Huda Published by Blogger