Headlines News :
Home » , » TEKNIK PENULISAN BUKU ILMIAH

TEKNIK PENULISAN BUKU ILMIAH

Written By Arwani Muhammad on Sunday, December 30, 2012 | Sunday, December 30, 2012

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Kata Pengantar
Kata buku, atau dalam bahasa Inggris book, bukan lagi kata asing untuk didengar atau dibaca di setiap tempat. Anggapan orang jika menangkap kata buku, cenderung mengarah pada bentuk fisik sebuah buku, yaitu kertas yang berisi tulisan yang diberi sampul dan biasa dijual di toko-toko buku. Hanya saja jika harus mengurai detail buku, mungkin sebagian besar orang akan kesulitan untuk menjelaskannya. Mungkin karena bukan sesuatu yang asing itulah, sering dianggap biasa sehingga tidak perlu dicari definisi atau detailnya.
Buku dalam arti luas, berarti mencakup semua tulisan dan gambar yang ditulis dan dilukiskan atas segala macam lembaran papyrus, lontar, perkamen, dan kertas dengan segala bentuknya: berupa gulungan, dilubangi dan diikat dengan atau dijilid muka belakangnya dengan kulit, kain, karton, dan kayu (Ensiklopedia Indonesia, 1980: 538).
Sementara dalam konteks karya ilmiah, didapati istilah buku ilmiah. Demikian halnya dengan buku, jika harus mengurai detail buku ilmiah, sebagian besar orang masih kesulitan untuk menjelaskannya. Atas dasar itulah penulis berusaha mengurai tentang buku ilmiah.
B.     Rumusan Masalah
1.      Pengertian buku ilmiah.
2.      Tujuan penulisan buku ilmiah.
3.      Ruang lingkup buku ilmiah.
4.      Langkah penyusunan buku ilmiah.
5.      Contoh buku ilmiah.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Buku Ilmiah
Pengertian buku menurut Soeatminah (1992: 23), “Wadah informasi berupa lembaran kertas yang dicetak, dilipat, dan diikat menjadi satu pada punggungnya serta diberi sampul.” Sedangkan menurut Darmono (2001: 52), buku adalah “Terbitan yang membahas informasi tertentu disajikan secara tertulis sedikitnya 64 halaman tidak termasuk halaman sampul, diterbitkan oleh penerbit atau lembaga tertentu, serta ada yang bertanggung jawab terhadap isi yang dikandungnya (pengarang).”
Sedikit berbeda dengan apa yang dikemukakan oleh UNESCO tentang batas minimal halaman yang menyatakan bahwa buku merupakan informasi tercetak yang diterbitkan dan dipublikasikan dengan jumlah minimal 49 halaman tidak termasuk daftar isi dan halaman sampul.
Buku adalah vitamin bagi diri. Buku adalah makanan sehat untuk menciptakan pola pikir diri yang sehat pula. Dengan buku yang sehat, maka jiwa dan pikiran kita juga sehat.  Salah satu jenis buku yang termasuk makanan sehat bagi jiwa dan pikiran adalah buku ilmiah. Buku ilmiah adalah buku yang berisi tentang berbagai hal terkait dengan disiplin ilmu tertentu. Disiplin ilmu inilah yang selanjutnya mampu menyehatkan jiwa dan pikiran kita. Semakin banyak kita membaca buku, berarti semakin banyak kita memasukkan makanan ke jiwa dan pikiran kita.
Buku adalah jendela dunia. Begitu sebuah pepatah kita baca tergantung di ruangan sebuah perpustakaan kota ataupun perpustakaan sekolah. Siapa yang mencintai buku dan selalu bergaul dengan buku, maka dapat memperoleh berbagai informasi, baik pengetahuan ataupun keterampilan. Dan, buku ilmiah merupakan satu jenis buku yang berisi pengetahuan dan keterampilan yang dapat dijadikan bekal kehidupan. Dengan mempelajari isi buku ini, maka dalam waktu singkat kita dapat mengetahui dan terampil melakukan kegiatan. Tidak heran jika sejak kecil kita selalu diarahkan untuk mencintai buku.
Buku ilmiah adalah buku yang dihasilkan dari studi maupun kegiatan ilmiah yang disajikan dalam berbagai bentuk yang dapat mempengaruhi pemikiran (daya intelektual) pembacanya (Perpustakaan & Buku: Wacana Penulisan & Penerbitan, 2011: 60). Sedangkan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, buku ilmiah adalah buku yang isinya menguraikan suatu bidang ilmu.
Menurut Prof. Komaruddin dan Dra. Yooke tjuparmah S. Komaruddin, M.Pd. dalam bukunya Kamus Istilah Karya Tulis ilmiah, buku ilmiah adalah buku yang berisi pemaparan dan penjabaran suatu bidang ilmu pengetahuan. Umumnya di dasarkan pada premise, asumsi, hipotesa atau teas, metodologi ilmiah yang di gunakan dan paradigma yang jelas. Sedangkan dalam buku yang bejudul Pedoman Penulisan Karya ilmiah guru, buku ilmiah adalah karya tulis yang berisi bahan pelajaran yang digunakan untuk meninngkatkan kwalitas pembelajaran. Jadi, buku ilmiah adalah buku yang di susun secara ilmiah dan terstruktur , sehingga akan lebih mudah dipelajari dan di pahami.
Untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi diri, maka pemilihan buku ilmiah sangatlah tepat. Walaupun ada sebagian orang mengatakan bahwa buku ilmiah termasuk buku kelas berat, tetapi jika kita akrabi dengan sebaik-baiknya, maka dapat menjadi ringan. Jika kita telaah yang terjadi dalam kehidupan kita, maka setidaknya kita mengetahui bahwa semua itu ternyata ada ilmunya. Jika kita ingin mempelajari gunung, maka ada buku yang membahas mengenai gunung dengan segala seluk beluknya. Hal ini karena buku ditulis sesuai dengan materi yang dibahasnya sehingga kita dapat memperoleh informasi yang signifikan dengan kebutuhan kita. Itulah ilmu yang ada di dalam buku.
Salah satu cara agar kita dapat mengkonsumsi buku adalah dengan membeli. Kita dapat membeli buku di beberapa tempat, misalnya toko buku, kios buku atau rombeng buku. Dimana-pun kita membeli buku, setidaknya satu hal yang harus kita pahami bahwa isinya tetap ilmiah. Belanja buku adalah kegiatan yang sangat mengasyikan. Keasyikannya jauh berbeda dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan yang lain. Hal ini karena pada saat kita belanja buku, khususnya buku ilmiah, maka pada saat itu kita berada pada lautan buku. Berbagai jenis buku kita temukan. Bahkan, tidak jarang kita menemukan buku yang sedang tidak kita cari, tetapi kita butuhkan. Jadinya kita harus membelinya. Kadang kita tidak menemukan buku yang kita butuhkan. Meskipun demikian, kita tetap asyik saat menyusuri rak buku dengan pandangan mata kelaparan.
Dari uraian di atas dapat penulis simpulkan bahwa buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus sampai-sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.
B.     Tujuan Penulisan Buku Ilmiah
Pada dasarnya semua ilmu ataupun teknologi yang ada di dunia ini, perlu diteliti, ditingkatkan dan dikembangkan fungsi dan peranannya untuk melahirkan perubahan. Karena yang kekal di dunia ini hanya satu, yaitu perubahan. Perubahan yang positif melahirkan kemajuan dan kemajuan inilah yang dituntut oleh ilmu pengetahuan. Tanpa kemajuan, kehidupan di dunia tidak ada artinya sama sekali.
Salah satu cara untuk mencapai kemajuan adalah dengan melakukan pengamatan, pengkajian, dan penelitian dari sumber ilmu tersebut yang dituangkan dalam bentuk karya tulis ilmiah. Salah satu tugas para ilmuwan (scientists) atau para pandit (scolars) adalah memaparkan hasil kajian, pengamatan atau penelitiannya kepada masyarakat luas.
Penulisan karya ilmiah diharapkan dapat membantu para cendekiawan untuk menemukan sesuatu yang baru, guna menunjang peningkatan taraf kehidupan masyarakat secara luas. Pada lingkungan perguruan tinggi karya ilmiah berupa skripsi digunakan untuk meraih gelar sarjana, tesis digunakan untuk magister, dan disertasi untuk gelar doktor. Sedangkan bagi pejabat fungsional, karya tulis ilmiah merupakan persyaratan untuk mendapatkan angka kredit bagi kenaikan jabatannya.
Sebenarnya kegunaan penulisan karya ilmiah bukan hanya sekadar untuk mendapatkan gelar atau memperoleh kredit poin untuk kenaikan jabatan, tetapi tujuan utama dibuatnya karya tulis ilmiah adalah untuk mendokumentasikan hasil-hasil penelitian yang berhasil mendapatkan atau membuktikan kebenaran ilmiah. Mungkin yang tidak sama adalah gradasi kebenaran ilmiah yang ingin atau berhasil dicapai oleh seseorang. Bagi seorang peneliti profesional, keuntungan yang paling besar dan berharga dari semua karyanya adalah jika ia menemukan kebenaran ilmiah yang kemudian dibukukan. Penemuan kebenaran ilmiah yang kemudian dibukukan dalam karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk pengakuan scientific objective untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, dengan pemaparan teori-teori baru yang sahih serta terandalkan, untuk pengakuan practicial objective guna membantu pemecahan problema praktisi yang mendesak.
Tujuan penulisan buku ilmiah antara lain: memberi penjelasan, memberi komentar atau penilaian, memberi saran, menyampaikan sanggahan, serta membuktikan hipotesis.
Selain tujuan-tujuan di atas, tujuan penulisan buku ilmiah menurut penulis terbagi menjadi dua, yaitu:
1.      Tujuan Umum
Menambah wawasan kita semua sebagai Mahasiswa fakultas Tarbiyah, yang nantinya didesain sebagai pendidik yang profesional.
2.      Tujuan Khusus
Secara khusus tujuan teknik buku ilmiah adalah :
a.       Agar para mahasiswa dapat memahami pengertian buku ilmiah dan mampu menyusunnya dan mampu mengetahui teknik penulisan ilmiah yang telah di tetapkan.
b.      Agar para mahasiswa mengetahui langkah-langkah yang harus di lakukan dalam pembuatan buku ilmiah.
c.       Agar para mahasiswa mengetahui lebih jauh contoh-contoh buku ilmiah yang lain, selain buku pelajaran atau buku pegangan.
C.    Ruang Lingkup Buku Ilmiah
Ruang lingkup buku ilmiah terdiri dari 4 bagian (Perpustakaan & Buku: Wacana Penulisan & Penerbitan, 2011: 77), yaitu:
1.      Cover (Sampul Buku)
Cover atau sampul buku adalah bagian depan buku yang gunanya untuk meletakkan judul halaman publikasi, nama penulis, dan nama penerbit serta gambar grafis untuk mendukung daya tarik para pembacanya. Bila kita ke toko buku, biasanya ada dua yang menjadi pusat perhatian, pertama judul dn kedua desain smpulnya. Adapun jenis cover ada beberapa, yaitu sebagai berikut.
a.       Hardcover adalah jenis sampul dengan jenis kertas yang lebih tebal dan kuat dibandingkan dengan jenis kertas yang digunakan pada halaman lain. Hardcover biasanya digunakan untuk menyampuli buku-buku lux atau mahal, seperti ensiklopedia atau buku-buku lain yang diasumsikan akan abadi, buku yang tidakada masa basinya. Konsekuensinya adalah pada wilayah harga. Harga untuk buku yang disampul hardcover akan lebih mahal dibandingkan dengan buku-buku yang disampul dengan menggunakan softcover.
b.      Softcover. Pada umumnya, buku-buku di Indonesia menggunakan sampul softcover atau sampul lunak atau paperback. Bahan ini biasanya menggunakan kertas artpaper 120 gr atau artcartoon 230 gr.
Cover dibedakan pula berdasarkan posisinya pada suatu terbitan, yakni sebagai berikut.
a.       Cover Depan
Cover depan adalah tampilan depan atau muka buku yang terletak di bagian awal buku. Cover depan ini menjadi penentu menarik atau tidaknya suatu buku yang dianggap sebagai “wajah buku”. Cover depan ini dapat berfungsi sebagai informan pertama yang akan memberikan informasi terhadap seseorang atau pembaca tentang isi buku, juga sebagai pelindung atau penutup buku. Cover depan berisi judul, nama pengarang, nama pemberi pengantar dan sambutan, endorsement, tagline, pointer serta logo dan nama penerbit.
b.      Cover Belakang
Cover belakang adalah cover yang terletak di bagian akhir atau belakang buku, atau menjadi penutup buku. Cover belakang biasanya berisi judul buku, synopsis (bulrb), biografi penulis, dan ISBN beserta barcode-nya.
c.       Punggung Buku
Punggung cover hanya untuk buku-buku yang tebal, isinya nama pengarang, nama penerbit, dan logo penerbit.
d.      Endorsement
Endorsement (dukungan) adalah kalimat dukungan yang diberikan oleh pembaca yang ditulis pada cover buku bagian belakang sebagai bentuk penguatan yang menjadi daya pikat suatu karya yang diterbitkan.
e.       Lidah Cover
Lidah cover dibuat untuk kepentingan estetika terbitan atau juga menunjukkan keeksklusifan buku. Lidah cover biasanya berisi foto beserta riwayat hidup pengarang dan atau ringkasan buku. Dapat disebut juga “telinga buku” atau “jaket buku”.
2.      Halaman Preliminaries (Halaman Pendahuluan)
a.       Halaman Judul
Halaman judul berisi judul, sub-judul, nama penulis, nama penerjemah, nama penerbit, dan logonya. Sebagian penerbit juga menyediakan halaman prancis, yang hanya berisi judul saja. Halaman prancis dapat disebut juga “halaman kulit ari” (front page atau preliminary page), yaitu halaman yang memakai nomor urut halaman romawi.
Terkadang pula halaman prancis ini diletakkan pada halaman terdepan setelah sampul, letaknya selalu di sebelah kanan dan diberi nomor halaman “i” yang tidak terlihat, halaman ini diisi judul buku saja.
b.      Halaman Kosong
Halaman ini terletak di balik halaman judul prancis diberikan kosongan. Namun, ada beberapa penerbit, halaman ini digunakan untuk memuat kutip undang-undang hak cipta yang berlaku, halaman ini letaknya di sebelah kiri dan diberi nomor “ii”, yang tidak terlihat.
c.       Catatan hak Cipta (Copyright)
Halaman ini terletak dibalik halaman judul utama, memuat judul buku secara lengkap, nama penulis / pengarang / penyusun / penerjemah, siapa pemilik hak ciptanya, termasuk tim yang tertib selama proses publikasi, misalnya piñata letak, desainer sampul, illustrator, dan lain-lain. Halaman hak cipta ini biasanya juga disertai pernyataan larangan atau izin untuk memperbanyak (menggandakan) buku tersebut, berikut sanksi yang akan diterima oleh pelaku penggandaan jika larangan tersebut tidak dipatuhi. Halaman ini terletak di halaman kiri dan bernomor halaman genap, misalnya “iv” yang tidak terlihat.
d.      Halaman Tambahan
Halaman tambahan adalah halaman yang berisis prakata atau halaman sekapur sirih maupun pengantar dari penulis pada masing-masing jenis buku tidak selalu sama gaya dan bentuknya, namun selalu terletak di halaman sebelah kanan, dan diberi nomor ganjil, misalnya “v” yang terlihat.
e.       Daftar Isi
Daftar isi ini ditulis berjenjang, yaitu singkatan isi yang memuat judul-judul bab saja dan di bawahnya lebih diurai untuk memuat judul subbab dan sub-subbab serta nomor halaman. Halaman ini terletak di sebelah kanan dan bernomor ganjil, misalnya “vii” dan seterusnya yang terlihat.
(catatan: arah kanan atau kiri, diposisikan ketika pembaca sedang membaca buku).
3.      Bagian Utama (Bagian Isi)
a.       Pendahuluan
Pendahuluan adalah cerita awal sebelum pembaca memasuki pokok permasalahan. Dalam pendahuluan ini, bias saja penulis memberikan keterangan tentang suatu masalah yang diangkat dalam tulisannya, atau juga mendeskripsikan objek masalah yang ditemukan sebelumnya, baik dari buku yang sudah dibaca maupun dari pengetahuan dari sumber lain.
b.      Judul Bab / Bagian
Sebuah buku dapat terdiri dari beberapa bab / bagian, yang berisi inti dari karangan / terbitan tersebut. Bab ini dimaksudkan sebagai pemisahan ide besar menjadi beberapa pokok pembahasan sehingga lebih mengarahkan pembaca untuk memahami bagian-bagian dari ide besar yang ada dalam satu buku tersebut. Dengan adanya bab ini, juga memungkinkan penulis meruntutkan alur pembahasan sehingga pembaca dapat diajak secara bertahap mengikuti alur pemikiran penulis.
c.       Penomoran Bab
Penomoran bab biasanya selalu bernomor ganjil yang terletak di halaman sebelah kanan. Penomoran sebelah kanan ini dimaksudkan agar halaman bab selalu terletak pada bagian mendatar (tidak dalam keadaan halaman yang terlipat) sehingga informasi awal halaman mudah dibaca.
d.      Alinea
Merupakan bagian pembahasan yang memuat pikiran-pikiran utama terkait dengan deskripsi (alur cerita) objek yang dibahas. Alinea ini pula bisa memberikan keleluasaan penulis untuk menjelaskan lebih rinci hal-hal yang menjadi ide besarnya. Peralihan alinea merupakan afas baru bagi penulis untuk mengembangkan ide karena di dalamnya memuat pikiran utama yang berbeda dengan alinea sebelumnya, namun masih dalam satu objek pembahasan.
e.       Perincian
Perincian ini merupakan pendeskripsian suatu objek dengan tujuan memberikan keterangan sejelas mungkin kepada pembaca tentang objek-objek yang disajikan.
f.       Kutipan
Kutipan adalah cuplikan infomasi dari naskah yang telah ditulis atau dikemukakan oleh seseorang yang dianggap layak menjadi bahan referensi. Kutipan tersebut bisa saja ditulis sesuai dengan aslinya, baik bahasa maupun cara penulisannya, atau ditulis berdasarkan opini pribadi yang berpijak dari referensi seseorang.
g.      Ilustrasi
Ilustrasi adalah gambar, table, diagram, atau grafik, yang memberikan informasi mengenai sesuatu hal yang bukan dalam bentuk tulisan secara menyeluruh.
h.      Judul Lelar
Judul lelar biasanya ditempatkan di atas atau di bawah teks, kadang-kadang diletakkan bersebelahan dengan nomor halaman buku. Judul lelar biasanya berisi judul buku (pada setiap halaman genap) dan judul bab atau nama pengarang pada setiap halaman ganjil.
i.        Inisial
Inisial di sini dimaksudkan sebagai penegas awalan deskripsi suatu bab. Biasanya, inisial ini berupa huruf besar melebihi huruf yang lain, dan diletakkan pada bagian awal huruf di awal bab.
4.      Bagian Postliminary (Bagian Akhir)
a.       Catatan Penutup
Catatan penutup biasanya berisi tentang kesimpulan dari penambahan secara keseluruhan atau kalimat-kalimat penggugah yang memberikan efek penasaran bagi pembaca. Kalimat yang merupakan kesimpulan biasanya terdapat pada buku- buku ilmiah, buku-buku hasil penelitian, maupun buku-buku yang bersifat problem solving. Sementara, kalimat yang menggugah rasa penasaran pembaca biasanya ada di buku-buku fiksi.
b.      Daftar Istilah
Daftar istilah sering disebut juga sebagai glossary, yang memberikan keterangan tentang kata-kata yang dianggap belum familiar dengan pembaca. Daftar istilah ini biasanya disajikan secara alfabetis sehingga mempermudah pembaca untuk memahami istilah sulit yang ditemukan dalam bacaan.
c.       Lampiran
Lampiran merupakan informasi tambahan untuk melengkapi pokok bahasan dari buku tersebut. Lampiran dimaksudkan sebagai penguat data atau keterangan setelah diuraikan pada bagian utama (isi) buku.
d.      Indeks
Indeks adalah daftar kata-kata atau istilah yang terdapat di dalam buku tersebut, tanpa disertai artinya. Biasanya, indeks disajikan secara alfabetis yang didikuti dengan angka yang menunjuk pada halaman tertentu tempat kata tersebut berada.
e.       Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah deskripsi fisik buku yang menjadi sumber penulisan yang telah diurai pada setiap bab maupun subbab. Daftar pustaka atau bibliografi ini biasanya tersusun sistematis dan berurut berdasarkan abjad A-Z. Daftar ini dibuat beurutan berdasarkan abjad dimaksudkan sebagai salah satu bentuk indeks agar mudah digunakan sebagai alat temu kembali.
f.       Tentang Penulis (Biografi)
Biografi dikenal juga dengan istilah daftar riwayat hidup atau riwayat pendidikan penulis. Biasanya, dicantumkan pula karya-karya yyang sudah dihasilkan atau dipublikasikan.
D.    Langkah Penyusunan Buku Ilmiah
Sebuah buku, berfungsi untuk mempresentasikan informasi yang terkandung dalam buku kepada pembacanya.  Setiap buku harus memiliki isi yang menarik sehingga pembaca tertarik untuk mendalami isi dari buku tersebut.  Isi dari buku panduan pun harus memiliki nilai manfaat yang dapat diaplikasikan oleh para pembacanya.  Buku yang baik adalah buku yang mampu mentransformasikan isinya dari penulis ke pembacanya.  Oleh karena itu, seorang penulis buku yang baik, hendaknya dapat memposisikan dirinya sendiri sebagai pembaca, sehingga ia dapat mengevaluasi tulisannya apakah tulisan tersebut mampu dimengerti oleh pembaca, atau justru sebaliknya.
Membuat buku tidak dapat dikatakan mudah atau sulit.  Hanya saja, dalam pembuatannya ada beberapa langkah yang apabila diikuti akan mempermudah dalam penulisan sebuah buku.  Berikut adalah 10 langkah dalam membuat buku.
1.      Gagasan atau ide
Langkah pertama yang harus diambil adalah mengumpulkan ide atau gagasan dalam membuat sebuah buku.  Misalnya, ide untuk membuat buku paduan praktik kerja lapangan.  Gagasan ini mucul dikarenakan adanya fenomena yang berlangsung di tempat bekerja.  Fenomena yang berlangsung adalah tidak adanya pelatih untuk memberi pelatihan kepada siswa maupun mahasiswa yang mengikuti program PKL di tempat kerja tersebut.
Fenomena tersebut melahirkan sebuah gagasan menarik yaitu membuat buku panduan kegiatan praktik kerja lapangan yang harus dilakukan oleh peserta PKL.  Dengan demikian, peserta PKL mendapatkan informasi tertulis dari buku panduan tersebut, tanpa perlu melibatkan terlalu banyak karyawan yang masih harus melakukan tugas lain.
2.      Fokus pada gagasan
Tahap selanjutnya, saat membuat buku, kita harus fokus pada gagasan yang telah diciptakan.  Fokus pada gagasan ini berarti menyelami lebih dalam tentang ilmu dan pemahaman dari gagasan yang akan kita tulis dalam buku.  Apabila kita telah menetapkan gagasan apa yang akan kita bahas, untuk memperkuat ilmu yang akan kita representasikan dalam buku yang akan ditulis, kita dapat menambah referensi dari sumber lain, tentunya dengan mencantumkan sumber tulisan agar tidak dianggap sebagai pelagiator.
3.      Membuat kerangka buku
Seperti halnya sebuah karangan, dalam menulis buku hendaknya dibuat kerangkanya terlebih dahulu.  Hal ini dilakukan agar penulisan terarah dan tetap fokus pada gagasan yang akan disampaikan, tidak melenceng ke persoalan lain yang sebetulnya tidak perlu dibahas dalam buku tersebut.
Kerangka juga mempermudah dalam penulisan dan penyusunannya.  Dengan adanya kerangka dari buku yang akan dibuat, penulis akan lebih terarah dalam menulis buku, sehingga isi dari buku tersebut akan tertuju jelas pada hal-hal yang akan dijelaskan.
4.      Mulai menulis konsep
Saat pertama menulis satu buku, buku tersebut belum tentu berhasil ditulis dengan baik.  Penulis sebaiknya menulis apa-apa yang ingin ia sampaikan melalui tulisan.  Akan tetapi jangan terlalu berbangga pada apa-apa yang telah ia tulis.  Tulisan pertama pada dasarnya masih merupakan tulisan ‘kasar’ artinya tulisan tersebut masih perlu dipelajari dan juga masih perlu dibenahi agar menjadi tulisan yang lebih baik, yang dapat menginformasikan isinya dengan efektif.  Buku yang konsepsional akan memiliki hasil yang lebih baik daripada buku yang tidak dilandasi oleh konsep sama sekali.
5.      Pelajari tulisan
Hal yang paling sulit dilakukan oleh seorang penulis, adalah menilai tulisannya sendiri.  Secara alamiah mereka dapat menilai bahkan mengritik tulisan orang lain, akan tetapi mereka terkadang kurang dapat menilai tulisan mereka apalagi mengritik tulisan mereka sendiri.  Kendati demikian, setelah menulis suatu buku, sebaiknya tulisan itu dibaca kembali.  Biasanya, saat membaca kembali isi buku yang telah kita tulis, kita akan menemukan banyak kesalahan dalam tulisan tersebut.
Untuk lebih meyakinkannya, sebagai penulis dari sebuah buku, ada lebih baiknya kita meminta beberapa orang untuk membaca buku yang telah kita tulis.  Orang-orang tersebut dapat kita minta pendapatnya dan memberitahu kesalahan-kesalahan yang ada pada buku, dengan demikian kita akan lebih mudah dalam memperbaikinya.
6.      Improvisasi tulisan
Setelah mempelajari tulisan yang telah ada dan mengetahui adanya kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam tulisan, atau justru dalam tulisan tersebut terdapat hal-hal yang kurang perlu sehingga harus dieliminasi dari isi buku.  Kita harus mengimprovisasi tulisan tersebut.  Caranya, tentu saja dengan mengeliminasi hal yang dianggap kurang penting, memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam penulisan maupun penyusunan buku, serta memilih kosakata yang lebih baik, lebih efisien namun tidak mengurangi estetika dalam pengemasan tulisannya.
7.      Revisi
Revisi perlu dilakukan untuk memperbaiki semua tulisan.  Dalam beberapa kasus, biasanya saat revisi banyak penulis mengatakan revisi sama dengan penulisan ulang sebagian maupun seluruh isi buku.  Revisi ini bertujuan untuk membuat suatu karya tulis agar lebih baik dari sebelumnya.
8.      Pengeditan
Ketika revisi telah dilakukan, hal terakhir dalam menulis adalah ‘editing’ atau pengeditan.  Pengeditan dilakukan untuk membenahi penulisan (apabila ada penulisan ataupun penggunaan kosakata yang salah) juga membenahi tata letak tulisan dan penyusunan tulisan tersebut agar memiliki estika yang dapat menarik minat pembacanya.  Ketika pembaca telah memiliki minat untuk mengetahui isi dari tulisan tersebut, maka akan lebih mudah bagi mereka mengerti maksud dari tulisan yang kita buat.
9.      Merancang lay-out isi, background, dan cover
Penampilan dari sebuah buku, sangatlah mempengaruhi penyampaiam informasi yang terkandung di dalamnya.  Untuk itulah, selain isi, kemasan dari buku tersebut perlu diperhatikan lebih serius.  Paduan warna, kesesuaian jenis huruf, ketepatan ukuran huruf, penggunaan table, grafik, gambar dan lain sebagainya juga menentukan kualitas buku yang dibuat.  Tampilan isi buku yang menarik (dengan adanya perpaduan warna, pengaplikasian animasi dsb) akan merangsang indera pelihat agar tidak bosan saat membaca buku tersebut.  Dengan demikian, isi pun akan mudah tersampaikan.
Hal lain yang harus diperhatikan adalah desain cover. Jilid buu, harus dirancang mewakili informasi yang terkandung dari isi buku tersebut.  Cover yang menarik dapat menumbuhkan minat untuk mengetahui lebih lanjut apa yang disampaiakan dalam isi.
10.  Penjilidan
Setelah penyususnan buku telah selesai, maka buku pun siap dijilid.  Telah banyak tempat yang memberikan jasa penjilidan sehingga Anda dapat menggunakan jasa tersebut, misalnya di tempat foto kopi atau percetakan.  Atau bila memungkinkan, Anda dapat menjilid sendiri (apabila Anda mampu untuk itu).
E.     Contoh Buku Ilmiah
Buku yang termasuk buku ilmiah adalah laporan penelitian, jurnal, handbooks, dan buku teks.
1.      Laporan penelitian adalah karya tulis yang berisi paparan tentang proses dan hasil-hasil yang dipeoleh dari suatu kegiatan penelitian (Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 2009 : 7).
2.      Jurnal adalah terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat diminati orang saat diterbitkan . Bila dikaitkan dengan kata ilmiah di belakang kata jurnal dapat terbitan berarti berkala yang berbentuk pamflet yang berisi bahan ilmiah yang sangat diminati orang saat diterbitkan. (Buku Pegangan Gaya Penulisan, penyunting dan penerbitan Karya Ilmiah Pegangan Gaya Penulisan, Penyunting dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia, karya Mien A. Rifai, Gajah Mada Uneversity, 1995 : 57-95).
3.      Handbooks (buku pegangan) merupakan jenis buku yang termasuk sebagai buku rujukan yang berisi ikhtisar pokok bahasan atau subjek tertentu mengenai suatu ilmu pengetahuan yang digunakan untuk petunjuk dalam penerapan praktiknya atau dalam memberikan pelajaran (mengajar). Jenis buku ini sering juga disebut buku panduan atau pedoman. Contoh buku rujukan ini adalah Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Desa (Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 2000).
4.      Buku teks adalah buku yang berisi uraian bahan tentang mata pelajaran atau bidang studi tertentu, yang disusun secara sistematis dan telah diseleksi berdasarkan tujuan tertentu, orientasi pembelajaran, dan perkembangan siswa, untuk diasimilasikan.
Rumusan senada juga disampaikan oleh A.J. Loveridge (terjemahan Hasan Amin) sebagai berikut: ”Buku teks adalah buku sekolah yang memuat bahan yang telah diseleksi mengenai bidang studi tertentu, dalam bentuk tertulis yang memenuhi syarat tertentu dalam kegiatan belajar mengajar, disusun secara sistematis untuk diasimilasikan.” Chambliss dan Calfee (1998) menjelaskannya secara lebih rinci. Buku teks adalah alat bantu siswa untuk memahami dan belajar dari hal-hal yang dibaca dan untuk memahami dunia (di luar dirinya).
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat penulis petik dari makalah ini, yaitu:
1.      Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus sampai-sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.
2.      Tujuan penulisan buku ilmiah antara lain: memberi penjelasan, memberi komentar atau penilaian, memberi saran, menyampaikan sanggahan, serta membuktikan hipotesis.
3.      10 langkah dalam membuat buku ilmiah:
a.       Gagasan atau ide
b.      Fokus pada gagasan
c.       Membuat kerangka buku
d.      Mulai menulis konsep
e.       Pelajari tulisan
f.       Improvisasi tulisan
g.      Revisi
h.      Pengeditan
i.        Merancang lay-out isi, background, dan cover
j.        Penjilidan
B.     Penutup
Demikian makalah yang dapat kami sajikan. Meskipun kami sudah berusaha keras dalam penyusunan makalah ini, namun kami sadar bahwa dalam penyusunan makalah ini jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah yang sangat sederhana ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan khususnya bagi penulis. Amiiin...
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto. Suharsimi. 1997. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Echols, John M. 2000. Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Ensiklopedia Indonesia.1980. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve.
Hasibuan, Malayu SP. 2003. Manajemen: Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta: Bumi Aksara
Leo, Sutanto. 2010. Kiat Jitu Menulis dan Menerbitkan Buku. Jakarta: Erlangga.
Soemanto, Wasty. 2008. Pedoman Teknik Penulisan Skripsi (Karya Ilmiah). Cet. IX. Jakarta: Bumi Aksara.
Sugihastuti. 2007. Bahasa Laporan Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suwarno, Wiji. 2011. Perpustakaan & Buku: Wacana Penulisan & Penerbitan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Tanjung, Nur Bahdin. Dan H. Ardial. 2009. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Proposal, Skripsi, dan tesis) dan Mempersiapkan Diri Menjadi Penulis Artikel Ilmiah. Jakarta: Kencana Predana Media Group.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Situs-situs Terkait

Music

 
Support : Muhammad Arwani Proudly powered by Blogger
Copyright ; 2012. Agama tanpa ilmu pengetahuan akan buta - All Rights Reserved
Copright SMK Manba'ul Huda Published by Blogger