Headlines News :
Home » » Pendidikan Anak dalam Pandangan Islam

Pendidikan Anak dalam Pandangan Islam

Written By Arwani Muhammad on Thursday, October 11, 2012 | Thursday, October 11, 2012

Beberapa tahun yang lalu, ada kisah seorang yang begitu sukses.  Ia adalah seorang pengusaha kaya raya  yang mempunyai beberapa perusahaan. Kekayaannya melimpah, rumahnya mewah, beberagai mereka mobil terbaru ia miliki, setiap tahun naik haji, jika liburan ke luar negeri. Dan masih banyak hal lainnya yang menunjukan kesuksesan beliau.
Dari segi status, cukup terhormat di kalangan masyarakat, keluarganya terkenal, dan mempunyai anak-anak yang cerdas, lincah, cantik dan ganteng.
Akan tetapi, tahukan apa yang terjadi di balik semua itu?. Suatu hari, salah seorang anak pengusaha tadi tampak begitu sedih dan bercerita dengan temannya bahwa dirinya sama sekali tidak bahagia dengan kehidupan keseharian keluarga mereka.
Ia merasa kurang perhatian dari kedua orang tuanya. Hidupnya hampa dan tidak mendapatkan kasih sayang dan pendidikan islam yang cukup.
Kasus seperti ini mungkin bukan hanya satu atau dua saja terjadi di sekitar kita. Banyak keluarga lain yang kurang memperhatikan pendidikan keislaman dalam keluarganya. Pendidikan yang membuat mereka mengenal Allah dan bisa berakhlak mulia. Yang bisa membuat hidup mereka bahagia dan lebih bermakna.
Buktinya, jumlah kenakalan remaja kian hari kian meningkat. Dan sebaliknya, masjid-masjid sepi dari para pemuda. Ada sejenis image bahwa masjid adalah tempat bagi mereka yang sudah mendekati usia sepuh.
Padahal, masalah pendidikan anak, begitu ditekankan dalam islam. Dalam alquran, kita dianjurkan untuk selalu membaca doa,

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً

Wahai Allah karuniakanlah kepada kami istri-istri dan anak-anak yang menyejukan pandangan. Dan jadikanlah kami pemimpin  bagi kaum yang beriman.
Dan kesungguhan kita dalam berdoa dengan doa ini, tentu tidak hanya sekedar ucapan lisan, tetapi perlu untuk betul-betul ditunjukan dengan perbuatan. Yaitu dengan mendidik anak kita dengan sebaik-baiknya.
Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya terdiri  dari manusia dan batu. Padanya malaikat yang keras, yang tidak membantah Allah atas apa yang diperintahkan kepada mereka dan mereka melakukan apa yang diperintahkan (kepada mereka).
Ayat ini memerintahkan semua orang tua agar mereka benar-benar berusaha menjadi pemimpin yang baik dalam keluarga. Orang tua ini, termasuk ayah mau pun ibu, sebagaimana rasulullah bersabda,

الرجل راعٍ في أهله ومسؤولٌ عن رعيته، والمرأةُ راعيةً في بيتِ زوجها ومسؤولةٌ عن رعيتها

Laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya, dan bertanggungjawab atas kepemimpinannya. Dan wanita adalah pemimpin di rumah suaminya, dan bertanggungjawab atas kepemimpinannya.
Dan orang tua harus benar-benar menganggap anak sebagai amanah dari Allah. Allah berfirman,

يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلادِكُمْ

Allah mengamanatkan kepadamu atas anak-anak kalian.
Dan barang siapa yang tidak menempati amanahnya, maka Allah akan mengazabnya di akhirat nanti. Rasulullah bersabda,

ما من عبد يسترعيه الله رعية يموت يوم يموت وهو غاش لرعيته إلا حرم الله عليه الجنة

Tidaklah seorang hamba diberikan amanah oleh Allah atas suatu kepemimpinan kemudian meninggal dan pada saat itu ia mengkhianati amatnya, kecuali diharamkan baginya sorga.
Orang tua mempunyai peran yang sanga penting dalam mendidik anak karena merekalah yang pertama kali akan banyak mempengaruhi kehidupan sang ke depannya. Bahkan dalam hal agama mereka sekali pun. Rasulullah juga bersabda,

كلُّ مولودٍ يُولدُ على الفطرة، فأبواه يهودانه، أو ينصرانه، أو يمجسانه

Semua anak dilahirkan diatas fitrah, orang tuanya-lah yang menjadikannya yahudi atau nashrani atau majusi.
Hal ini pula kenapa nabi ya’kub ketika akan meninggal dunia, maka ia bertanya kepada para anak-anaknya,”Apa yang akan engkau sembah setelah kematianku?”.Bukan bertanya tentang apa pekerjaan, makanan, atau sejenisnya yang akan engkau miliki setelahku.
Karena memang demikianlah orang beriman. mereka yakin bahwa jika seseorang menjaga Allah, maka Allah akan menjaga dirinya.
Oleh karena itu, pendidikan tauhid, ibadah terutama sholat dan akhlak, merupakan hal mendasar yang perlu ditanamkan kepada anak sejak kecil.
Dalam hal sholat misalnya, keutamaan pendidikan mengerjakan sholat, disabdakan oleh rasulullah salallahu alaihi wassalam,

صل قائما فإن لم تستطع فقاعدا فإن لم تستطع فعلى جنب، فإن لم تستطع فمستلقيا

Sholatlah kalian dalam keadaan berdiri, jika tidak mampu maka duduku, jika tidak mampu maka tidur, dan jika tetap tidak mampu maka dengan isyarat.
Dan dalam keluarga, pendidikan sholat ini difirmankan oleh Allah,

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

Perintahkanlah keluargamu dengan sholat dan bersabarlah di atasnya.
Adapun untuk anak, rasulullah bersabda,

مروا أولادكم لسبع سنوات واضربوهم عليها لعشر

Perintahkan anak kalian untuk sholat pada usia tujuh tahun, dan pukullah mereka pada usia sepuluh tahun (jika tidak mengerjakan sholat).
Pukulan yang tentu saja mendidik dan tidak menyakiti. Bukan memukul di wajah.
Selain itu, berkenaan dengan adab, rasulullah bersabda,

ما نحل والد ولدا من نحل أفضل من أدب حسن

Tidak ada yang lebih baik ditinggalkan oleh orang tua kepada anaknya kecuali meninggalkan adab yang baik.
Dan termasuk dalam pendidikan anak adalah dengan memberikan kepada mereka, hanya makanan yang halal saja. Makanan ini akan sangat mempengaruhi karakter dan perkembangan anak. Sebagaimana dalam suatu hadits dikisahkan,
Ketika rasulullah sedang bersama para sahabat, maka seorang anak menendang bola dan mengenai rasulullah. Maka rasulullah berkata, anak ini memakan makanan yang haram.
Para sahabat kaget, dan yakin bahwa apa yang dikatakan oleh rasulullah pasti benar. Akan tetapi, mereka juga was-was, karena yang bermain ternyata juga adalah anak-anak para sahabat.
Sampai kemudian sahabat yang anaknya menendang bola tadi bertanya kepada istrinya, makanan apa yang engkau berikan kepada anak kita. Baru tiga hari kemudian sang istri ingat bahwa anaknya beberapa hari yang lalu telah diberi makanan oleh seorang tetangga nasrani yang jelek akhlak dan karakternya.
InsyaAllah jika orang tua betul-betul mencari makan yang halal, maka itu merupakan jihad bagi dirinya. Sebagaimana rasulullah bersabda,
“ Barang siapa yang bekerja, sampai dia capek atau meninggal demi mencari harta yang halal, maka ia berada dalam keadaan diampuni dosa-dosanya oleh Allah”.
Demikianlah salah satu cara rasulullah mendidik anak dan para sahabatnya. Sampai-sampai Allah menyebut mereka sebagai umat yang terbaik.
Dalam hal ini, para ulama menyebutkan bahwa orang tua pada hakikatnya bagaikan seorang  petani. Jika ia menginginkan hasil yang baik, maka hendaknya sang orang tua betul-betul memelihara anaknya dari berbagai macam hal yang tidak baik. Ia akan mendapatkan sebagaimana usaha yang ia lakukan.
Seorang yang mendidik anaknya dengan baik, maka ia akan mendapatkan begitu banyak keutamaan. Meskipun sudah meninggal, pahala dari doa anak sholeh-nya yang senantiasa mendoakannya akan senantiasa mengalir. Sebagaimana hadits rasulullah,

إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له

Jika meninggal anak cucu Adam, maka terputus amalnya kecuala tiga perkara, shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya.
Maka ketika kita sudah meninggal, apa lagi yang kita harapkan untuk menambah pahala kita selain perbuatan yang masih tersisah kebaikannya meskipun kita telah meninggal.
Selain itu, pendidikan anak sesungguhnya adalah bagian dari dakwah kita. Dan dakwah yang “relative” mudah untuk dilakukan adalah dengan memberikan pendidikan yang terbaik dalam keluarga. Dengannya insyaAllah kita juga akan selalu mendapatkan pahala, Rasulullah bersabda,

من دل على خير فله مثل أجر فاعله

Barang siapa yang menunjuki kepada kebaikan, padanya pahala seperti mereka yang melakukannya.
Mereka yang mendidik anaknya, apalagi mereka adalah wanita, maka dijamin dengan sorga, sebagaimana hadits rasulullah,

من كانت له ثلات بنات فصبر عليهن وسقاهن وكساهن كن له حجابا من النار

Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan, kemudian ia bersabar atasnya, dan memberikan pendidikan islam yang baik bagi mereka, maka ia akan menjadi hijab baginya dari neraka.
Dan masih banyak keutamaan lainnya dari pendidikan anak yang benar ini.
Sebaliknya, mereka yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya, maka dalam suatu hadits diceritakan bahwa di akhirat nanti mereka akan dituntut oleh anak-anak mereka. Meskipun ia sudah dipanggil dari pintu sorga, akan tetapi ia akan dimasukan ke neraka karena anaknya tidak rela atas pendidikan islam yang minim yang mereka berikan.
Bahkan dalam suatu kisah, di dunia ini, orang tua pun sudah akan mulai merasakan akibat kesalahannya dalam mendidik anak. Seorang anak yang disia-siakan oleh ayahnya sewaktu kecil berkata,
“Wahai ayah, ketika aku kecil, engkau menyia-nyiakanku, maka ketika engkau tua, maka aku pun menyia-nyiakanmu”.
Terakhir, kita berdoa kepada Allah, semoga kita diberikan kekuatan untuk mampu mendidik anak-anak kita menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Situs-situs Terkait

Music

 
Support : Muhammad Arwani Proudly powered by Blogger
Copyright ; 2012. Agama tanpa ilmu pengetahuan akan buta - All Rights Reserved
Copright SMK Manba'ul Huda Published by Blogger