Headlines News :
Home » » PSIKOLOGI KEPENDIDIKAN

PSIKOLOGI KEPENDIDIKAN

Written By Arwani Muhammad on Tuesday, May 22, 2012 | Tuesday, May 22, 2012

Definisi Konsep
1) PBM ialah suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.
2) Mengajar dalam konteks PBM ialah menyerahkan atau menyampaikan ilmu pengetahuan atau pun keterampilan dan lain sebagainya kepada orang lain dengan menggunakan cara-cara tertentu, sehingga pengetahuan ataupun keterampilan dan sebagainya itu dapat menjadi milik orang banyak tersebut.
3) Belajar dalam konteks PBM ialah suatu aktifitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, keterampilan dan nilai sikap.
4) Rencana atau persiapan mengajar dalam konteks PBM ialah strategi atau cara yang digunakan untuk proses belajar-mengajar (PBM).
5) Evaluasi dalam konteks PBM ialah pemberian keputusan tentang nilai sesuatu yang mungkin dilihat dari segi tujuan, gagasan, cara kerja, materi dan criteria tertentu. Untuk dapat membuat suatu penilaian, seseorang harus memahami, dapat menerapkan, menganalisis dan mensintesis terlebih dahulu.
6) Maksudnya, suatu perubahan perilaku yang terjadi bersifat normatif dan menujukkan ke arah kemajuan.
7) Maksudnya, suatu perubahan perilaku yang diperoleh dari proses belajar cenderung menetap dan menjadi bagian yang melekat dalam dirinya.
8 . Maksudnya, suatu perubahan yang terjadi dalam diri peserta didik itu sendiri yang cenderung ke-kepribadiannya, dari kepribadial awal ke-kepribadian baru yang disepakati antar siswa dan guru.
9) Artinya, suatu perubahan perilaku yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup individu yang bersangkutan, baik untuk kepentingan masa sekarang maupun masa mendatang. Merupakan suatu Perubahan perilaku belajar bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan semata, tetapi termasuk memperoleh pula perubahan dalam sikap dan keterampilannya.
10) Artinya, suatu perubahan perilaku yang terjadi merupakan usaha sadar dan disengaja dari individu yang bersangkutan, baik untuk kepentingan masa sekarang maupun masa mendatang.
11) Maksudnya, suatu perubahan yang membawa pengaruh dan makna tertentu bagi pelajar itu (setidak-tidaknya sampai batas waktu tertentu) relatif tetap dan setiap saat diperlukan dapat diproduksi dan dipergunakan seperti dalam pemecahan masalah (problem solving), baik dalam ujian, ulangan, dan sebagainya maupun dalam penyesuaian diri dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidupnya.
12) Manifestasi hasil belajar dalam teori S-O-R ialah dapat menerima tambahan materi pengetahuan, penguasaan pola-pola perilaku kognitif (pengamatan), afektif (sikap-sikap apresiasi), dan psikomotorik (keterampilan), serta adanya perubahan dalam sifat-sifat kepribadian.
13) Tahapan pertama (S = r-Ow): penerimaan input informas. Pada tahapan ini input informasi sampai dan diterima oleh receptor, kemudian dibaca dan diseleksi atau deperhatikan oleh siswa lalu disimpan dalam daya ingatannya; tahapan kedua (Ow): pengolahan informasi. Pada tahapan ini siswa mencamkan, kemudian menafsirkan, barulah tugas atau masalah dipecahkan atau dikerjakan sehingga menghasilkan kesimpulan, generalisasi interprestasi dan keputusan-keputusan tertentu; tahapan ketiga (Ow – e - R): ekspresi hasil pengolahan informasi. Pada tahapan ini siswa memilih, menggunakan, dan menggerakan instrumen untuk mengekspresikan hasil pengolahan dan tafsirannya sehingga menghidupkan seperangkat pola-pola sambutan, atau perilaku sebagai jawaban atau response terhadap informasi.
14) Tahapan pertama, siwa merasakan adanya kebutuhan (felt needs, drive); tahapan kedua, siswa menyadari bahwa cara-cara belajar (pola-pola sambutan) yang selama ini biasanya ia gunakan (habits) atau keterampilan-keterampilan (skills) yang telah dimilikinya tidak memadai lagi digunakan untuk meningkatkan atau mempertahankan prestasinya, ia memerlukan pola-pola sambutan (perilaku) baru; tahapan ketiga, mencoba melakukan cara-cara atau pola-pola sambutan yang telah diketahui dan dipilihnya itu di dalam praktik, mungkin ia gagal atau mungkin ternyata ia berhasil mecnapai atau mempertahankan prestasi yang diinginkannya.
15) Method variable ialah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk menjalankan proses belajar.
16) Task variable ialah suatu faktor rangsangan yang berdasarkan lama, tingkat kesulitan, dan pengertian.
17) Organismic variable ialah ialah suatu faktor yang timbul dari tip-tiap individu, berdasarkan karakter dan proses mediasi.
18) Response variable ialah suatu faktor hasil dari stimulus dan organismic yang berupa perubahan cognitive, affective, dan action pattern.
19) Indikator-indikator hasil belajar ialah pengukuran puncak proses belajar.
20) Yang dimaksud lupa dalam konteks belajar ialah suatu hal yang telah dipelajari namun tiba-tiba sukar sekali untuk diproduksikan dari daya ingatannya.
Aplikasi Konsep
1. Evaluasi PBM (D)
2. Proses mengajar (learning process) (C)
3. Perubahan perilaku intensional (E)
4. Perubahan perilaku normatif (F)
5. Perubahan perilaku kognitif (G)
6. Merencanakan (persiapan) PBM (A)
7. Proses belajar (teaching process) (B)
8. Conditioning (K)
9. Representative (Q)
10. Perubahan integral (J)
11. Raw input PBM (N)
12. Problem solving (U)
13. Perubahan perilaku motorik (R)
14. Output PBM (P)
15. Recency effect (S)
16. Komponen utama PBM (V)
17. Reinforcement (L)
18. Perubahan material substansil (I)
19. Instrumental input (sarana) PBM (M)
20. Environmental input PBM (O)
Elaborasi dan Penjelasan Lebih Lanjut terhadap Beberapa Konsep Utama




untitled1
Dari skematik di atas menjelaskan bahwa, proses belajar mengajar dapat diartikan suatu rangkain interaksi antara siswa dan guru dalam rangka mancapai tujuannya. Misalnya, guru menyampaikan materi pelajaran sistem digital kepada siswa dan diharapkan siswa dapat menguasai dan memahami terhadap isi materi tersebut.
2) Menuru Psikologis Daya, yaitu: pembentukan daya manusia untuk melakukan kegiatan belajar itu sendiri (mengingat, berpikir, kemauan) maka diperlukan berlatih; menurut Psikologis Gestalt, yaitu: tahapan proses belajar yang terstruktur dan berhubungan untuk mencapai tujuan belajar itu sendiri; sedangkan menurut Psikologis Asosiasi, yaitu: suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan-pengetahuan, pengalaman-pengalaman yang sebanyak-banyaknya melalui hafalan.
3) W-S-Ow-R-W
Keterangan:
W= guru S= Input (penjelasan, data, masalah)
Ow= pengolahan informasi R= respon
Guru berperan menciptakan atau mengkondisikan mengajar komponen (S) memonitor respon (R) dan siswa (O).
SOAL :
1.Masih terdapat orang-orang, termasuk para pelajar yang beranggapan secara apriori,bahwa mata pelajaran tertentu, antara lain matematika dan Bahasa Inggris, merupakan hal yang angker dan sulit dipelajari dibandingkan mata pelajaran lainnya.
Anggapan tersebut senantiasa disertai adanya semacam perasaan takut serta sikap dan tindakan untuk berusaha menghindarinya.
a. Berikan analisis kritis anda terhadapa anggapan sikap dan tindakan orang-orang seperti itu dengan bertitik tolak dari konsep-konsep dasar psikologis tentang :
(1) proses mekanisme terbentuknya prilaku seperti dikemukakan oleh kaum behavioristik;
(2) proses dinamika timbulnya minat (interest), cita-cita (aspirasi);
(3) proses terbentuknya kecakapan-kecakapan khusus.
b. kemukakan saran dan tunjuka rencana tindakan, seandainya anda bertugas membina mata-mata pelajaran tersebut dan sejenisnya, untuk mengubah dan menciptakan anggapan, sikap dan tindakan yang positif dari orang-orang yang bersangkutan terhadap mata pelajaran termaksud. saran dan rencana tindakan anda hendaknya bertitik tolak dari beberapa dasar psikologis, antara lain :
(1) tentang “conditioning” seperti yang dikemukakan oleh kaum behavioristik,dan
(2) tentang peningkatan motivasi seperti yang dikembangkan oleh kaum Holistik.
2.Andaikata anda telah bertugas mengajar salah satu mata pelajaran, katakanlah matematika di kelas terakhir sebuah SMU yang jumlah murid dan catatan kemajuan belajarnya seperti tertera dalam lampiran ini. Datanglah orangtua dari siswa-siswa, katakanlah D,P,R yang kebetulan mempunyai maksud serupa yaitu meminta anda untuk memberika pelajaran tambahan atau latihan tes atau privat les kepada tiga siswa tersebut,dengan harapan anak mereka itu nanti dapat lulus tes seleksi dan diterima masuk ITB atau perguruan tinggi lain sejenisnya.
Dengan mempergunakan konsep dasar psikologis yang telah anda pelajari tentang Keragaman Individu dalam Kecakapan dan Kepribadian maka :
(a) Tindakan apa yang akan anda lakukan pada tahap pertama sebelum anda memberikan jawaban yang menyatakan kesanggupan atau tidak kepada orangtua siswa tersebut.
(b) Rencana tindakan apa yang akan anda lakukan untuk menyampaikan jawaban anda agar tidak mengecewakan orangtua tertentu yang mungkin kecil harapan anaknya dapat anda bantu.
(c) Tunjukan rencana permulaan , pelaksanaan dan akhir dari pelaksanaan pelajaran tambahan atau privat les itu.
JAWABAN :
No.1:
(a) Terbentuknya prilaku seseorang menurut kaum Behavioristik adalah melalui proses pembiasaan dan pengukuhan dengan mengkondisikan lingkungan. Artinya pembentukan prilaku manusia dipengaruhi oleh apa yang ia temukan dikesehariannya, apa yang ia lihat dan ia dengar. Contohnya guru yang mengajar sebuah pelajaran ketika guru tersebut mengajar dengan cara yang tidak sesuai dengan keinginan pelajar, maka pelajar akan merasa malas dan benci terhadap pelajaran tersebut.
(b) Dalam hal ini, sikap tersebut dapat timbul ketika tidak ada keinginan sama sekali dalam dirinya untuk mempelajari mata pelajaran itu. Minat seseorang tidak dapat dipaksakan. Jadi jika ada seseorang yang beranggapan beberapa mata pelajaran itu sulit, maka kita sulit untuk mengubah minatnya. Tapi bukan berarti menutup kemungkinan untuk mengarahkannya secara perlahan. Dengan cara pendekatan, dan memberikan apa yang sekiranya nyaman untuknya.
No.2:
(a) Memikirkan dan menelaah kembali murid-murid yang akan member les privat, bagaimana kemampuan mereka, kemana arah minat dan sejauh mana kemampuan mereka. Dengan itu saya bias menyesuaikan dengan kemampuan mengajar yang saya miliki.
(b) Pertama tentunya minta maaf atas ketidaksanggupan tersebut, dan memberikan alasan-alasan yang logis kepada orang tua murid-murid tersebut. Jika ada, saya akan memberikan rekomendasi-rekomendasi les privat lain yang sekiranya bias membantu anaknya serta memberikan semangat dan kata-kata positif agar selalu berusaha sekuat tenaga untuk belajar.
(c) Rencana permulaan, saya akan melakukan observasi terhadap anak-anak yang saya tangani. Mecari tahu bagaimana cara belajar yang tepat untuk anak tersebut. Mempersiapkan bahan dan metode yang sekiranya tetap akan mengikuti perkembangan anak tersebut, sekiranya ada ada bahan atau metode yang perlu di ubah atau diperbaiki. Akhirnya dari pelaksanaan, saya melakukan observasi kembali apakah saya sukses atau gagal dalam mendidik anak tersebut. Jika masih ada kekurangan, saya akan perbaiki di masa yang akan datang.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Situs-situs Terkait

Music

 
Support : Muhammad Arwani Proudly powered by Blogger
Copyright ; 2012. Agama tanpa ilmu pengetahuan akan buta - All Rights Reserved
Copright SMK Manba'ul Huda Published by Blogger